Kamis, 25 Desember 2014
Apakah pertemuan terakhir di tahun ini?
Rintik hujan membasahi bumi, kususuri kesunyian malam, segenggam duka yang aku bawa, tanpa terasa jiwaku lara. Yes, mungkin lagu itu yang pas untuk keadaan gueh kali ini. Sepanjang perjalanan pulang dari rumah nenek, gerimispun menyertaiku. Mata ngantuk, rasanya softlensa ini sudah pengen dilepas dari sangkarnya. Hoam... Yes, tak tahu apa yang ada dalam benakku. Kenapa gueh segoblok ini, Tuhan. biasanya juga kalau disakiti cowok langsung punya cowok lagi. Apa iya gueh harus kembali ke gueh yang dulu? ahhhh, rasanya tidak. Hari ini telah saya lewati, untuk hari esok akan saya rencanakan dengan matang. Eh, kenapa keluar jalur ya. Oke fix, lanjut lagi. Sesampainya di tugu Bagus, gueh ambil arah kiri. Yes, jalan menuju rumah pacar gueh. Pacar? apa masih bisa dikatakan pacar? Rencananya sih mau memberi card yang telah gueh minta semalem. Tapi kata orang yang gueh percaya, dia sedang keluar dengan dua cewek. Hahahaha. Pergi-pergi ajah terus, gueh gak pernah diajak keluar bareng. Oke fix. Nyesek sih, tapi yasudahlah. Sesampainya di rumah, gueh liat motornya ada ngga ya? Oh, ternyata ada. Oke, aku turun dari motor gueh. Gerimis beroh. Syahdu banget. Yakin. Gueh salam di depan pintu. Lama sekali ngga ada yang keluar. Eh, yang keluar itu orangnya sendiri. Oke, aku keluarkan cardnya dari dompet, kuserahkan padanya. Dan gueh cuma bisa bilang "terima kasih". Tanpa babibubebo, gueh putar balik dan cusss pulang. Dalam perjalanan pulang, gueh netesin air mata. Swedih. Yes, dari hasil rampasan cardnya itu, setidaknya gueh bisa tahu seperti apa dia membalas kepercayaan yang telah kuberikan kini. Dan ternyata dia mengkhianati. Ya, apakah bakal jadi pertemuan terakhir di tahun ini?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar