Sudah sampai di halte Rupi dan aku pun sabar tuk menunggu sepupuku yang katanya mau jemput. Sebenarnya belum ada niat untuk pulang ke rumah. Bukan karena uang saku habis, tapi karena nenekku sedang dalam keadaan kritis. Taraaaa, jemputanku datang. Yes, melaju dengan kencangnya. Rossi pun kalah. Dengan gaya ngepat-ngepot ala sepupu aku, Wuuuuush, merinding sih. Sampai di tengah perjalanan. Ups, kayaknya kenal deh dengan jaket itu. Eh, lho kok sama cewek! Eh, kok dipeluk. Karena sepupu aku pembalap abal-abal, disaliplah orang itu. Hahahahaha. Ya, dia pacarku. God!!!!!! Rasanya syuuuuttt syer. Hahahaha. Pacar gueh sama cewek lain? Iyakah?
Karena gueh duluan, dia tertinggal. Eh, aku tanya ajah sepupuku, "sibuk gak?" karena dia ngejawab ngga sibuk Akhirnya kita balik arah. Niatnya sih mau ngelabrak itu orang. Hahahaha. Telat. Dan Zonk!!! Oke deh, kembali ke arah pulang. Eh, lha kok ada yang manggil aku dari belakang. Oke fine, ternyata dia di belakang gue. Yes, seketika pengen nendang itu orang. Gueh cubit kesel ajah tangan kirinya, dia mengaduh kesakitan. Dia ngajakin minggir tuh. Yes, gueh minta hapenya. Padahal selama ini gueh udah percaya ajah sama dia, dan gak pernah ngebuka isi hapenya. Gueh selama ini percaya sama dia, sumpah peraya banget dan memberikan kepercayaan itu seratus persen, ternyata dia mengabaikan kepercayaanku. Gueh minta ajah hapenya. Yes, dikasihlah hape itu ke aku. Awalnya dia alasan hapenya mati, dan gueh ngga peduli. Gueh buka chasing belakang, gueh copot cardnya dan taraaaa, sudah ada di tangan gueh.
Aku memutuskan tuk pulang sesekali melihatnya pergi. Yes, sesampainya aku di rumah. Rumahnya gelap gulita. Awalnya sih pengen naruh tas di kamar. Gueh telpon babe, kata babe disuruh langsung ke rumah nenek saja. Oke, cus gas ke rumah nenek.
Sesampainya di rumah nenek, aku pasang card itu, dan mencoba tuk mencari apa yang terselip di pesan atau bahkan contact. Yes, sepertinya dia ada rahasia nih. Di sana tertulis nama cantik. 08976499181. Itu nomernya. Gueh coba telpon dialihkan. Goblok banget, kenapa tadi ngga minta sekalian hapenya ya.
Setelah gueh mikir, ahhhhh, apa ini karma? Ya, aku dulu pernah jadi selingkuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar