Kamis, 12 Februari 2026

Musim Terpilih

 Aku menetap pada sebidang bumi

yang tak ramai disebut nama.

Di sana surya turun perlahan,

menyapa pucuk-pucuk hijau

yang setia berdiri

menjaga musimnya sendiri.


Banyak lidah menakar jarak,

aku menakar akar.

Sebab yang menghunjam ke dalam

tak gemar memamerkan tinggi.


Sunyi bukan selalu kurang,

jauh bukan selalu tertinggal.

Pada lengang yang tekun,

hidup belajar mencukupkan diri.


Di ruang yang bersahaja,

berjumpa suara-suara muda

dari kisah yang berlainan.

Mereka bukan serupa,

namun menuju arah yang sama:

bertumbuh.


Aku tak memburu puncak,

kupelihara kedalaman.


Dan kelak,

saat musim memanggil matang,

buah jatuh tanpa gegap gempita

sebagaimana keyakinan

yang tak pernah meminta disaksikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar